Friday, December 29, 2006

Selilas Kehidupan Metropolitan

Jakarta, kota yang penuh segala galanya. Apapun ada di sana, dari kemewahan sampai kemelaratan. Bicara soal kemewahan, gaya hidup di kota metropolitan yang kesannya menjajikan, dimana orang orang berusaha tampil semaksimal mungkin kelihatan wah, dengan hartanya ataupun dengan pinjam sana sini. Semua orang berusaha menutupi kekurangan dengan penampilan yang menipu. Demikian juga dengan gaya hidup orang orang yang kelihatan kaya itu, party, clubbing, hura hura all the time. Iya kalo emang mereka punya 'duit lebih', masuk gampang keluar juga gampang. Ada orang yang sengaja membuat prestigenya naik hanya untuk masuk ke golongan orang2 high class, dengan cara utang ato pake duit mereka yang pas pasan yang sebenernya lebih berguna kalo di gunakan sehari hari ato pun di tabung. Bayangkan berapa banyak uang yang bisa di kumpulkan dari kegiatan kegiatan itu. Kalo kita olah lagi uang uang itu, mungkin sudah terbayar hutang negara ini.

Belum lama gue liat infotainment, ada artis 'Alda' yang beken lewat 'Aku Tak Biasa" meninggal karena OD. Itu ada sebagian kecil contoh dari kehidupan yang penuh kemewahan. Gak mungkin kan orang tidak mampu sanggup untuk beli obat obatan terlarang itu.. lah wong buat beli makanan sehari2 aja udah susah, gimana mau beli obat obatan terlarang, yah kalo kelasnya mereka mah paling mabuk mabukan sama minuman dengan harga murah, bahkan ada yang mencampur sendiri dari bahan spritus (itu bukan yah?) ato alkohol murni, sekedar buat mabuk.

Baru semalam gue find out kalo ada seseorang yang gue kenal baik, ternyata juga terjerumus dengan Obat obatan terlarang itu. Entah harus marah ato sedih, gue gak bisa komentar apa2. Cuma mikir aja mo jadi apa hidupnya. Selidik punya selidik ternyata terjerumusnya dia itu karena temannya. Aku cuma mikir.. teman macam apa yah kalo begitu.. udah tau itu gak baik kok yah ngajak2 orang lain.. ngajakin orang untuk berbagi dosa.. Dia cuma bilang untuk melupakan masalahnya dia pake cara itu. Buat apa seh sebenernya ada psikiater? ada dokter? ada ustad? ada Pastor? dan ada Tuhan? kalo untuk menyelesaikan masalah cuma pake cara itu.

Semua orang punya masalah, besar ato kecil. Gue masih berfikir, untung selama gue punya masalah gue selalu lari menghadap Tuhan. Walaupun kadang kadang tidak secara langsung ato nyata gue melihat jawabannya atas doa doa gue. Tapi tetap gue berterima kasih atas karunianya, gue masih diberi kesempatan hidup, masih diberi keleluasaan untuk bergerak, menghirup udara dengan bebas, dan lain sebagainya yang diberikanNya pada kita.

Ps. Moga moga Tuhan bisa menyadarkan semua orang yang hidupnya sudah melenceng jauh dari jalanNYa. Semoga dunia ini damai.. Ingat Kiamat sudah dekat.. (kayak judul pilem.. :D)
Amienn

No comments: